Minggu, 18 Desember 2011

praktek kimia fisika I


PERCOBAAN I
PENENTUAN PENURUNAN TITIK BEKU LARUTAN


A.    Tujuan
 Untuk menentukan penurunan titik beku dalam suatu larutan.

B.     Dasar Teori
Titik beku adalah kemampuan suatu larutan membeku pada suhu tertentu . Selisih antar titik beku pelarut dan titik beku larutan disebut penurunan titik beku. Penurunan titik beku pada setiap suhu tekanan uap larutan lebih rendah dari pada pelarut murni. Gejala penurunan titik beku terjadi karena zat terlarut tidak larut dalam fase padat pelarut. Dengan demikian diperlukan suhu lebih rendah lagi untuk mengubah seluruh larutan ke fase padatnya selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan disebut penurunan titik beku (ΔTf).
Penurunan titik beku larutan dapat dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut :
ΔTf =
Keterangan:
ΔTf = penurunan titik beku
Kf = tetapan penurunan titik beku molal
g   = massa molekul zat terlarut
Mr = berat molekul zat terlarut
            P   = massa zat pelarut dalam garam



C.    Alat dan Bahan
1.      Alat
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah
1.      Tabung reaksi             
2.      4.
3.      Gelas kimia                  
4.      Thermometer
5.      Gelas ukur      
6.      Rak tabung reaksi      
7.      Stop watch dan Spatula

2.      Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah
1.      Aquades                     
2.      Pupuk urea
3.      Garam                                    
4.       Es batu

D.    Prosedur Kerja
a.      Penentuan Titik Beku zat Pelarut
1.      Memasukkan aquades sebanyak 25 ml ke dalam tabung reaksi
2.      Mengisikan gelas kimia dengan es batu dan garam
3.      Mendinginkan tabung reaksi dalam gelas kimia, lalu mencatat suhu setiap setengah menit sampai semua air menbeku dan suhu tetap
b.      Penentuan Titik Beku Larutan
1.      Memasukkan satu spatula pupuk urea dan 25 ml aquades ke dalam tabung reaksi
2.      Melarutkan kegiaatan yang sama dengan penentuan titik beku zat pelarut



E.     Data Pengamatan
1.      Penentuan titik beku zat pelarut
No.
Waktu (detik)
Suhu (O0C)
1
30
30
2
30
30
3
30
30
4
30
30
5
30
30
6
30
30
7
30
30
8
30
30
9
30
30
10
30
29
11
30
28
12
30
27
13
30
20
14
30
17
15
30
17
16
30
12
17
30
10
18
30
8
19
30
6
20
30
5
21
30
5
22
30
2
23
30
1
24
30
1


2.      Penentuan Titik Beku Larutan
No.
Waktu (detik)
Suhu (O0C)
1
30
27
2
30
17
3
30
15
4
30
10
5
30
8
6
30
5
7
30
3
8
30
0
9
30
0

F.     Analisa Data/Pembahasan
Berdasarkan data pengamatan di atas, Praktikan dapat menganalisa dan membahas sebagai berikut:
Air merupakan pelarut universal yang digunakan untuk melarutkan suatu zat terlarut. Air berwujud cair pada suhu 250C,  mempunyai wujud padat pada suhu dibawah 00C dan wujud gas pada suhu di atas 250C. Jadi untuk menentukan titik beku air, dapat menuangkan air ke dalam tabung reaksi dan memasukkan ke dalam campuran es batu dan garam. Selama beberapa menit, Air tersebut akan berubah menjadi es yang menunjukkan perubahan wujud yaitu dari wujud cair menjadi wujud padat. Mengantikan air dengan larutan pupuk urea dan memasukkan ke dalam tabung reaksi lalu mencampur dengan campuran es batu dengan garam, dalam waktu selama beberapa menit larutan tersebut dari cair menjadi padat atau (terjadi perubahan wujud dari cair ke wujud padat).  Dengan demikian dari kedua percobaan diatas, kita dapat merumuskan bahwa larutan pelarut air cepat membeku pada suhu di bawah 250C, sedangkan larutan urea sulit membeku pada suhu di bawah 250C.


G.    Kesimpulan
Dari keseluruhan percobaan ini, Praktikan dapat menyimpulkan bahwa Untuk menentukan penurunan titik beku dalam suatu larutan, maka dapat memasukkan air ke dalam campuran es batu dengan garam dan larutan pupuk urea selama beberapa menit hingga larutan tersebut membeku.




















PERCOBAAN II
TITIK DIDIH, TITIK LELEH DAN KELARUTAN
A.    Tujuan
Untuk mengetahui dan mengamati titik didih dan titik beku dalam suatu larutan.
B.     Dasar teori
Air yang dipanaskan akan mendidih pada suhu 100 0C membeku pada suhu 00C. Sifat ini merupakan sifat kimia atau karakteristik air, jadi untuk mengukur titik didih, titik leleh dari suatu larutan merupkan kemampuan zat melarut dalam sejumlah pelarut pada suhu dan tekanan tertentu. Dengan demikian dalam percoabaan ini, pelarut yang digunakan yaitu pelarut universal (air) untuk membuktikan adanya titik didih dan titik leleh dalam suatu kelarutan.

C.    Alat Dan Bahan
1.      Alat
  Alat alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut:
1.      Pembakar spiritus                   
2.      Termometer
3.      Erlenmeyer                             
4.      Standar penyumbat karet
5.      Gelas kimia; 250 ml               
6.      Gelas kimia;1000ml
7.      Rak tabung reaksi, dan          
8.      Tabung reaksi




2.      Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut:
1.      Minyak kelapa                        
2.      Alkohol 70%
3.      Larutan asam asetat               
4.      Es batu
5.      Garam                                                
6.      Aquadest

D.    Prosedur kerja
a.      Untuk titik didih larutan
1.      Merangkaikan alat seperti pada gambar!
2.      Memanaskan air sampai pada suhu yang ditentukan oleh thermometer
3.      Menganti isi labu erlenmeyer dengan minyak kelapa, alcohol dan asam asetat
4.      Melakukan pada langkah 1 dan 2 mengamati apa yang anda peroleh dalam percobaan ini?

b.      Untuk titik beku
1.      Merangkaikan alat seperti pada gambar!
2.      Mengamati suhu sampai bahan dalam tabung reaksi membeku
3.      Menganti isi ulang tabung reaksi dengan minyak kelapa, alkohol dan asam asetat
4.      Mengulang langkah 1 dan 2 serta mengamati apa yang anda peroleh dalam percobaan ini?

E.     Data pengamatan
1.      Titik didih larutan
No.
Bahan
Suhu awal (00C)
Suhu akhir (00C)
1.       
Air
30
98
2.       
Minyak Kelapa
30
112
3.       
Asam Asetat
30
100

2.      Titik beku Larutan
No.
Bahan
Suhu awal (00C)
Suhu akhir (00C)
1.       
Air
30
0
2.       
Minyak Kelapa
30
0
3.       
Asam Asetat
30
7

F.     Analisa data dan Pembahasan
Berdasarkan data di atas, praktikan dapat menganalisa dan membahas sebagai berikut :
1.      Pada  titik didih larutan.
Untuk menentukan titik didih suatu larutan, kita dapat membuat perbangdingan antara titik didih air, alcohol dan cuka. Air mendidih pada suhu tetap 980C, alcohol pada suhu 1120C dan cuka mendidih pada suhu 1000C. Dari ketiga titik didih tersebut, kita dapat merumuskan bahwa kenaikan titik didih suatu larutan tergantung pada sifat fisika larutan tersebut.
2.      Pada titik beku larutan
Untuk menentukan titik beku suatu larutan, kita dapat membangdinkan titik didih antara air, alcohol dan cuka. Air membeku pada suhu tetap 00C, alcohol pada suhu 00C dan cuka mendidih pada suhu 70C. Dari ketiga titik didih tersebut, kita dapat merumuskan bahwa kenaikan titik didih suatu larutan tergantung pada sifat fisika kelarutan tersebut.
G.    Kesimpulan
Dari keseluruhan percobaan ini, praktikan dapat menyimpulkan bahwa untuk mengetahui dan mengamati titik didih suatu larutan, maka memanaskan air hingga mendidih pada suhu tetap 980C, alcohol pada suhu 1120C dan cuka mendidih pada suhu 1000C sedangkan untuk mengetahui titik beku larutan, maka air di masukan ke dalam campuran es batu dengan garam hingga membeku pada suhu tetap 00C, alcohol pada suhu 00C dan cuka mendidih pada suhu 70C
PERCOBAAN III
PENENTUAN KENAIKAN TITIK DIDIH LARUTAN

A.    Tujuan
Untuk mengetahui dan mengamati  penentuan kenaikan titik didih dalam suatu larutan.
B.     Dasar teori
Adanya penurunan tekanan uap jenuh larutan yang lebih rendah dibangdingkan dengan tekanan uap jenuh pelarut murni, Mengakibatkan  titk didih larutan lebih tinggi mendidih jika tekanan uap jenuhnya sama dengan tekanan udarara luar. Titik didih air pada tekanan 1 atm adalah 1000C, larutan yang mempunyai tekanan uap jenuh lebih rendah akan mendidih pada suhu yang lebih tinggi dari 1000C untuk kenaikan titik didih larutan. Dengan demikian, penentuan kenaikan titik didih larutan dapat dihitung dengan persamaan berikut :
tb =

Ket :
            tb = kenaikan itik didih
            Kb = tetapan kenaikan titik didih molal
             g   = massa zat terlarut dalam gram
            Mr = berat molekul zat terlarut
             P  = massa zat pelarut dalam gram

C.    Alat dan bahan
1.      Alat
Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut:
1.      Gelas kimia                5. Gelas ukur                                      
2.      Spatula                       6. Thermometer          
3.      Pembakar spiritus                  7. Stop watch
4.       Kasa                                      8. Kaki tiga (tri pot)   
                                   
2.      Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah:
·         Air (aquades)
·         Gula pasir (C6H22O11)

D.    Prosedur kerja
a.      Penentuan Titik Didih zat Pelarut
1.      Memasukkan 100 ml aquades ke dalam gelas kimia
2.      Memanaskan air tersebut dengan menggunakan pembakar spirits atau pembakar busa.
3.      Mencatat suhu setiap setengah menit sampai semua air mendidih pada suhu tetap.

b.      Penentuan Titik Didih Larutan
1.      Memasukkan 100 ml aquades dan dua sparula gula ke dalam gelas kimia aduk hingga merata.
2.      Melakukan kegiatan yang sama dengan penentuan titik didih zat pelarut.

E.     Data pengamatan
1.      Penentuan titik didih zat pelarut
No.
Waktu (detik)
Suhu (0C)
1
30
29
2
30
33
3
30
39
4
30
42
5
30
48
6
30
53
7
30
60
8
30
65
9
30
70
10
30
74
11
30
80
12
30
82
13
30
87
14
30
88
15
30
90
16
30
91
17
30
92
18
30
93
19
30
94
20
30
95
21
30
96
22
30
97
23
30
98
24
30
99
25
30
99
26
30
99
27
30
100

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar